SEPATAN, Media Merak Cyber – SPBU Sulang, Kecamatan Sepatan kembali jadi sorotan. Senin 9 Juni 2026 sore, pantauan di lapangan antrean kendaraan mengular. Yang bikin ganjel: deretan motor dengan tangki modifikasi, knalpot brong, body full airbrush, cc 150cc ke atas ikut antre Pertalite.
Padahal Perpres 191/2014 udah ngatur. Pertalite subsidi itu buat motor 125cc ke bawah, angkutan umum, sama LCGC. Di SPBU Sulang Sepatan? Aturannya kayak nggak berlaku.
_“Motor saya standar Bang, tapi yang depan-depan knalpotnya udah ganti racing semua. Katanya sih ‘motor harian’. Ya kita mah nurut aja ngantri,”_ ujar Rudi, warga Sepatan Timur.
Antrean panjang bikin Jalan Raya Mauk arah Sulang ikutan tersendat. Warga yang nggak ngisi BBM jadi korban macet tiap sore. Kuota harian tipis + motor modif rame-rame ngisi = Pertalite cepat habis.
*Teguran buat 3 pihak:*
1. *Pengelola SPBU Sulang*: Petugas nozzle harus berani. Motor modif cc gede + knalpot brong wajib ditolak. Itu aturan, bukan pilih kasih.
2. *Pertamina Patra Niaga*: Sosialisasi + pengawasan real-time. Jangan tunggu viral baru gerak.
3. *Pemilik motor modif*: Keren boleh, tapi subsidi rakyat jangan disikat. Kalau motor hobi, isi Pertamax. Biar adil.
Subsidi itu duit rakyat Sepatan juga. Kalau bocor terus, yang nangis ujungnya warga kecil juga.
(Kamil)

Posting Komentar